MODUL 2
TUTORIAL I
I. Terminologi
1.
Atypical ductal
hyperplasia
:
kondisi precancer,
sel pada duktus
lactiferus mengalami pembesaran abnormal.
2.
Limfadenopati multiple :
pembengkakan/pembesaran
kelenjar limfe yang banyak.
3. Ductal carcinoma
:
kanker pada
jaringan epitel di saluran/duktus.
4.
Frozen section :
potongan beku,
potongan
mikrotom* dari jaringan yang telah dibekukan
(*alat untuk
memotong jaringan tipis dengan ukuran mikroskopis)
5.
Blok parafin :
metode untuk
membuat preparat menggunakan parafin (campuran hidrokarbon padat yang
dimurnikan),
lebih tipis (
mencapai 6 mikron).
6.
Mastektomi :
pemotongan
sebagian/seluruh payudara jika terdapat kanker.
7.
Invasif :
menyebar dan
merusak jaringan sekitarnya.
8.
Ductal carcinoma in situ :
kanker di duktus
yang belum menginvasi jaringan sekitarnya.
9.
Limfedektomi :
pemotongan 1 /
lebih KGB (kelenjar getah bening).
10. Imunohistokimia :
metode untuk
mendeteksi protein pada jaringan dengan prinsip pengikatan antibodi dengan
antigen pada jaringan hidup.
11. Suplemen :
substansi zat
gizi berupa vitamin, mineral, dan asam amino yang disarikan dari
hewan/tumbuhan.
12. Imunostimulan :
agen yang dapat
merangsangrespon imun.
13. Kanker :
kondisi dimana
sel kehilangan pengendalian dari mekanisme normal, sehingga terjadi pertumbuhan
yang cepat dan tidak terkendali (tumor ganas).
II.
Identifikasi
Masalah
1.
Mengapa
ditemukan benjolan di payudara kanan Ny. Nita yang semakin membesar?
2.
Apa indikasi
ditemukannya massa di sekitar areola, diameter 2 cm, padat, batas tidak jelas,
dan sulit digerakkan?
3.
Mengapa di regio
aksila ditemukan limfadenopati multiple, diameter 1 cm, dan padat?
4.
Apa alasan
dokter menyarankan mastektomi dan limfedektomi pada Ny. Nita?
5.
Mengapa hasil
FNAB atypical ductal hyperplasia
dengan bagian ductal carcinoma?
6.
Mengapa Ny. Nita takut memeriksakan diri ke
dokter?
7.
Mengapa dokter menyarankan memeriksa jaringan
tumor payudara dengan metode imunohistokimia?
8.
Mengapa dilakukan frozen section dan dilanjutkan
dengan blok parafin?
9.
Mengapa Ny. Nita bisa menderita kanker?
10. Apa
makna dari ductal carcinoma in situ dengan bagian invasif?
11. Bagaimana
pengaruh suplemen dan imunostimulan terhadap kesehatan tubuh?
12. Apakah
kanker ini bisa menyebabkan Ny. Nita meninggal?
13. Bagaimana
prognosis kesembuhan dari Ny. Nita?
14. Apakah
kaitan antara imunostimulan dan kanker?
15. Apakah
ada pengaruh kanker yang diderita Ny. Nita pada anaknya?
III.
Analisis Masalah (Brainstorming)
1.
Pada tumor,
terjadi proliferasi yang abnormal sehingga ukurannya bisa bertambah besar
(menyebabkan penonjolan pada payudara), ini disebabkan karena sel tumor
menghasilkan factor pertumbuhan sendiri.
Gen yang
mengatur pertumbuhan sel mengalami mutasi sehingga pertumbuhannya tidak
terkontrol.
2.
Kemungkinan
kanker.
3.
Kemungkinan sel
kanker menyebar ke saluran limfe di
aksila sehingga menyebabkan limfadenopati.
Kemungkinan
sel kanker juga menyebar ke pembuluh darah sehingga bisa bermetastasis ke
organ, seperti hati, paru-paru, dll.
Kemungkinan
juga karena saluran limfe terdekat yaitu di aksila.
Karena
jenis penyebaran sel tumor regional.
4.
Karena
kemungkinan sel tumor dapat menyebar ke seluruh payudara dan saluran limfe,
sehingga dilakukan tindakan pencegahan dengan cara mastektomi dan limfedektomi.
Karena yang
terkena adalah duktus, yang mana duktus/saluran itu akan saling berhubungan
satu dengan yang lainnya.
Karena
diameternya sudah > 2 cm sehingga harus diangkat, karena mudah menyebar.
5.
Atypical
merupakan suatu keadaan precancer. Pada saat dilakukan pemeriksaan FNAB,
kemungkinan yang terambil adalah bagian carcinoma.
Karena ductal
carcinoma berkemungkinan menjadi kanker payudara.
6.
Karena kurangnya
pengetahuan mengenai perlunya pemeriksaan dini, kurangnya kesadaran, dan karena
rasa takut divonis berat
7.
Agar bisa
menentukan prognosis, bisa mengarahkan terapinya.
Biasanya
dideteksi reseptor (estrogen, HER-2).
Untuk menentukan
jenis tumor dan limfoma.
Biopsy : tidak
ada ditemukan tumor
Maka dilakukan
frozen section untuk mengetahui jenis tumornya
Diberi parafin
agar preparat lebih lekat dan jelas, kemudian dilakukan pewarnaan sehingga
mudah untuk diperiksa
Untuk mengetahui
seberapa luas infiltrasinya, sehingga dapat ditentukan batas operasinya
Untuk mengetahui
sifat, jaringan asal, derajat diferensiasi, dan stadium kanker.
9.
Kanker
disebabkan oleh multifaktoral dan tidak berhubungan secara langsung dengan
aktivitas tubuh.
Kemungkinan ada
zat pemicu kanker di suplemen.
Faktor keturunan
belum diteliti secara jelas dan menyeluruh.
Kemungkinan ada
faktor pembawa kanker yang belum terjadi kanker.
Kemungkinan
karena makanan lain, radiasi, dll, sehingga proto onkogen menjadi onkogen dan
kemudian memicu kanker.
Karena
mengkonsumsi obat hormonal, kurangnya nutrisi asam folat saat menyusui.
10. Kemungkinan hampir mencapai tahap invasif, ada bagian
yang sudah merusak jaringan sekitarnya.
11. Suplemen akan efektif pemberiannya saat diberikan
sesuai dengan kebutuhan, bila tubuh tidak membutuhkannya, namun masih
diberikan, maka akan terjadi penumpukan, sehingga kemungkinan karsinogenik.
12. Tergantung pada tingkat keparahannya dan keberhasilan
mastektomi dan limfedektomi (penanganan).
Tergantung usia,
status menopause, dimensi tumor, stadium, penyebarannya, dll.
Rata-rata di
negara berkembang angka kematian >50%.
Tergantung pada
kecukupan nutrisi.
13. Tergantung pada tingkat keparahannya dan keberhasilan
mastektomi dan limfedektomi (penanganan).
Tergantung usia,
status menopause, dimensi tumor, stadium, penyebarannya, dll.
Tergantung pada
kecukupan nutrisi.
14. Kemungkinan ada efek imun yang tidak terkontrol karena
imunostimulan.
Karena pada
dasarnya sistem imun tubuh bekerja saat ada benda asing yang memasuki tubuh,
tapi karena seringnya dilakukan perangsangan sistem imun, sehingga akan
menimbulkan dampak yang tidak
diinginkan.
15. Kemungkinan ada, karena kanker bersifat genetic, namun
hanya sekitar 5%.
Tergantung waktu
melahirkan/kehamilan.
V. Learning
Objective
1.
Mahasiswa
mampu menjelaskan tata nama dan klasifikasi neoplasma
2.
Mahasiswa
mampu menjelaskan epidemiologi dan faktor risiko neoplasma
3.
Mahasiswa
mampu menjelaskan karsinogen dan karsinogenesis
4.
Mahasiswa
mampu menjelaskan gen yang berperan dalam karsinogenesis
5.
Mahasiswa
mampu menjelaskan invasi dan metastasis gen neoplasma
6.
Mahasiswa
mampu menjelaskan imunologi tumor
7.
Mahasiswa
mampu menjelaskan prognosis neoplasma
8.
Mahasiswa
mampu menjelaskan pemeriksaan neoplasma (secara histologik)