"Ibu, aku mau beli sepatu baru..." rengek si anak pada Ibunya. Tapi kenapa nak, bukankah sepatumu itu masih bagus? "Tapi sepatu teman-temanku lebih bagus Bu..." rengek si anak lagi dan si ibu menjawab"Anakku, mau kah engkau bersabar sampai Ibu mendapat rezki dari Allah? setelah mendapat rezki, insyaallah nanti Ibu akan membelikanmu sepatu baru."
"Tidak bisa Bu... aku mau nya sekarang" balas si anak dengan rengek yang menjadi-jadi. Lagi-lagi Ibunya berkata "bersabarlah nak... Ibu akan usahakan secepatnya." Tapi si anak tetap saja merengek dan Ibunya tetap menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai pada akhirnya, si anak berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Ibunya.
Keesokan harinya si Ibu memanggil anaknya untuk makan bersama. Tapi si anak tidak menghiraukannya. Si anak mewujudkan perlawanannya pada si Ibu dengan tidak mau makan, tidak mau bicara dan mengurung diri sepanjang hari di kamar.
Ibu sangat khawatir dan sedih dengan keadaan anaknya. sudah 5 hari berlalu sejak kejadian itu, dan sudah 5 hari pulalah si anak mengurung diri di kamar. Ibu sangat cemas dan telah berulang kali mencoba mengetuk pintu kamar anaknya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Sudah memasuki hari keenam dan hasilnya pun masih sama. Dan pada hari ketujuh, si anak ke luar dari kamarnya. Si Ibu berpikir bahwa anaknya hendak makan malam bersama dengannya dan telah usai dari masa pembangkangannya. Tapi begitu berjalan tidak lebih dari 5 langkah, si anak terjatuh dan tidak sadarkan diri. Si Ibu benar-benar cemas, kemudian langsung menggendong anak semata wayangnya itu, bermaksud untuk mencari bantuan. Malam itu sungguh kelam dan dingin, namun tidak begitu dengan semangat dan tekad si Ibu. Ia berlari sambil menggendong buah hatinya menuju ke puskesmas satu-satunya yang ada di kampung itu. ia tidak memikirkan yang lain, yang ada dibenaknya hanyalah keselamatan putranya.
Ibu terus berlari dengan tergopoh-gopoh menggendong si jantung hati yang telah berusia 5 th. Karena saking paniknya, Ibu tidak lagi memperhatikan jalannya, ia menyeberang dan seketika dihantam oleh mobil yang melaju kencang. sungguh malang nasib si Ibu, kecelakaan yang tak membutuhkan waktu lama itu, dalam sekejap merenggut kedua kakinya, namun untunglah misi penyelamatan buah hati cukup berhasil, karena si anak hanya mengalami cidera ringan akibat kecelakaan itu.
keesokan harinya, si anak terbangun dan mendapati dirinya berada di rumah sakit. ia menangis karena nyeri yang dirasakannya saat hendak turun dari atas tempat tidur. ia terus menangis, dan memanggil-manggil ibunya. perawat pun datang dan membawa si anak pada Ibunya. setelah bertemu dengan sang Ibu, si anak memeluk ibunya dan menangis "Ibu, seluruh tubuhku terasa sakit..." si ibu menjawab"bersabarlah nak, nanti juga sakitnya akan segera hilang."ujar Ibu dengan sebuah senyum di wajahnya."Ibu mari kita pulang, untuk apa berlama-lama di sini?" kata si anak lagi. Ibu pun menjawab"iya sayang... kita akan pulang. tapi sebelum pulang pakai dulu sandalmu." kata si Ibu pada anaknya. Tapi di sini tidak ada sandalku Bu, aku digendong sama Ibu saja pulangnya" ujar anaknya lagi. "Nah, kalau sandalmu tidak ada, pakai saja sandal Ibu, memang agak besar, tapi cukup untuk bisa membuat kau berjalan pulang." balas si Ibu."lalu Ibu pakai sandal apa?"tanya anaknya lagi."Ibu tidak perlu pakai sandal nak..."jawab Ibunya. "kenapa Ibu tidak perlu pakai sandal?"tanya si anak lagi dengan polosnya. Kemudian si anak menarik selimut Ibunya untuk mengajak si Ibu pulang.tapi apa yang ia lihat??? Bu... kaki Ibu mana?? tanya si anak lagi-lagi dengan polosnya." :)anakku sayang, Ibu sudah tidak punya kaki lagi, jadi karena itu sandal Ibu kamu saja yg pakai, buat kamu saja sandalnya.Ibu sudah tidak butuh lagi nak..."jelas si Ibu. Anak yang baru berumur 5 tahun itupun diam dan tertegun, dan tanpa ia sadari setetes air jatuh dari matanya, ia memeluk Ibunya, menangis dan berkata "kalau Ibu sudah tidak punya kaki lagi, siapa lagi yang akan menggendongku Bu..."tanya si anak."anakku, meski ibu sudah tidak bisa lagi menggendongmu, ibu kan masih bisa memelukmu dan membelai rambutmu..."jawab Ibunya lagi.si anak tidak lagi bertanya dan tak melepaskan pelukannya pada Ibunya...
by: Rusydafahmiya Rifka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar