Kamis, 22 September 2011

Laporan Tutorial Minggu 2 Blok 2.1


MODUL 2
TUTORIAL I
I.  Terminologi

1.      Atypical ductal hyperplasia :
kondisi precancer,
sel pada duktus lactiferus mengalami pembesaran abnormal.
2.      Limfadenopati multiple :
pembengkakan/pembesaran kelenjar limfe yang banyak.
3.      Ductal carcinoma :
kanker pada jaringan epitel di saluran/duktus.
4.      Frozen section :
potongan beku,
potongan mikrotom* dari jaringan yang telah dibekukan
(*alat untuk memotong jaringan tipis dengan ukuran mikroskopis)
5.      Blok parafin :
metode untuk membuat preparat menggunakan parafin (campuran hidrokarbon padat yang dimurnikan),
lebih tipis ( mencapai 6 mikron).
6.      Mastektomi :
pemotongan sebagian/seluruh payudara jika terdapat kanker.
7.      Invasif :
menyebar dan merusak jaringan sekitarnya.
8.      Ductal carcinoma in situ :
kanker di duktus yang belum menginvasi jaringan sekitarnya.
9.      Limfedektomi :
pemotongan 1 / lebih KGB (kelenjar getah bening).
10.  Imunohistokimia :
metode untuk mendeteksi protein pada jaringan dengan prinsip pengikatan antibodi dengan antigen pada jaringan hidup.
11.  Suplemen :
substansi zat gizi berupa vitamin, mineral, dan asam amino yang disarikan dari hewan/tumbuhan.
12.  Imunostimulan :
agen yang dapat merangsangrespon imun.
13.  Kanker :
kondisi dimana sel kehilangan pengendalian dari mekanisme normal, sehingga terjadi pertumbuhan yang cepat dan tidak terkendali (tumor ganas).

II.                Identifikasi Masalah

1.      Mengapa ditemukan benjolan di payudara kanan Ny. Nita yang semakin membesar?
2.      Apa indikasi ditemukannya massa di sekitar areola, diameter 2 cm, padat, batas tidak jelas, dan sulit digerakkan?
3.      Mengapa di regio aksila ditemukan limfadenopati multiple, diameter 1 cm, dan padat?
4.      Apa alasan dokter menyarankan mastektomi dan limfedektomi pada Ny. Nita?
5.      Mengapa hasil FNAB atypical ductal hyperplasia dengan bagian ductal carcinoma?
6.      Mengapa Ny. Nita takut memeriksakan diri ke dokter?
7.      Mengapa dokter menyarankan memeriksa jaringan tumor payudara dengan metode imunohistokimia?
8.      Mengapa dilakukan frozen section dan dilanjutkan dengan blok parafin?
9.      Mengapa Ny. Nita bisa menderita kanker?
10.  Apa makna dari ductal carcinoma in situ dengan bagian invasif?
11.  Bagaimana pengaruh suplemen dan imunostimulan terhadap kesehatan tubuh?
12.  Apakah kanker ini bisa menyebabkan Ny. Nita meninggal?
13.  Bagaimana prognosis kesembuhan dari Ny. Nita?
14.  Apakah kaitan antara imunostimulan dan kanker?
15.  Apakah ada pengaruh kanker yang diderita Ny. Nita pada anaknya?

III.             Analisis Masalah (Brainstorming)

1.      Pada tumor, terjadi proliferasi yang abnormal sehingga ukurannya bisa bertambah besar (menyebabkan penonjolan pada payudara), ini disebabkan karena sel tumor menghasilkan factor pertumbuhan sendiri.
Gen yang mengatur pertumbuhan sel mengalami mutasi sehingga pertumbuhannya tidak terkontrol.

2.      Kemungkinan kanker.

3.      Kemungkinan sel kanker menyebar ke saluran limfe di  aksila sehingga menyebabkan limfadenopati.
Kemungkinan sel kanker juga menyebar ke pembuluh darah sehingga bisa bermetastasis ke organ, seperti hati, paru-paru, dll.
Kemungkinan juga karena saluran limfe terdekat yaitu di aksila.
Karena jenis penyebaran sel tumor regional.

4.      Karena kemungkinan sel tumor dapat menyebar ke seluruh payudara dan saluran limfe, sehingga dilakukan tindakan pencegahan dengan cara mastektomi dan limfedektomi.
Karena yang terkena adalah duktus, yang mana duktus/saluran itu akan saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Karena diameternya sudah > 2 cm sehingga harus diangkat, karena mudah menyebar.

5.      Atypical merupakan suatu keadaan precancer. Pada saat dilakukan pemeriksaan FNAB, kemungkinan yang terambil adalah bagian carcinoma.
Karena ductal carcinoma berkemungkinan menjadi kanker payudara.

6.      Karena kurangnya pengetahuan mengenai perlunya pemeriksaan dini, kurangnya kesadaran, dan karena rasa takut divonis berat
7.      Agar bisa menentukan prognosis, bisa mengarahkan terapinya.
Biasanya dideteksi reseptor (estrogen, HER-2).
Untuk menentukan jenis tumor dan limfoma.
Biopsy : tidak ada ditemukan tumor
Maka dilakukan frozen section untuk mengetahui jenis tumornya
Diberi parafin agar preparat lebih lekat dan jelas, kemudian dilakukan pewarnaan sehingga mudah untuk diperiksa
Untuk mengetahui seberapa luas infiltrasinya, sehingga dapat ditentukan batas operasinya
Untuk mengetahui sifat, jaringan asal, derajat diferensiasi, dan stadium kanker.


9.      Kanker disebabkan oleh multifaktoral dan tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas tubuh.
Kemungkinan ada zat pemicu kanker di suplemen.
Faktor keturunan belum diteliti secara jelas dan menyeluruh.
Kemungkinan ada faktor pembawa kanker yang belum terjadi kanker.
Kemungkinan karena makanan lain, radiasi, dll, sehingga proto onkogen menjadi onkogen dan kemudian memicu kanker.
Karena mengkonsumsi obat hormonal, kurangnya nutrisi asam folat saat menyusui.

10.  Kemungkinan hampir mencapai tahap invasif, ada bagian yang sudah merusak jaringan sekitarnya.

11.  Suplemen akan efektif pemberiannya saat diberikan sesuai dengan kebutuhan, bila tubuh tidak membutuhkannya, namun masih diberikan, maka akan terjadi penumpukan, sehingga kemungkinan karsinogenik.

12.  Tergantung pada tingkat keparahannya dan keberhasilan mastektomi dan limfedektomi (penanganan).
Tergantung usia, status menopause, dimensi tumor, stadium, penyebarannya, dll.
Rata-rata di negara berkembang angka kematian >50%.
Tergantung pada kecukupan nutrisi.

13.  Tergantung pada tingkat keparahannya dan keberhasilan mastektomi dan limfedektomi (penanganan).
Tergantung usia, status menopause, dimensi tumor, stadium, penyebarannya, dll.
Tergantung pada kecukupan nutrisi.

14.  Kemungkinan ada efek imun yang tidak terkontrol karena imunostimulan.
Karena pada dasarnya sistem imun tubuh bekerja saat ada benda asing yang memasuki tubuh, tapi karena seringnya dilakukan perangsangan sistem imun, sehingga akan menimbulkan dampak  yang tidak diinginkan.

15.  Kemungkinan ada, karena kanker bersifat genetic, namun hanya sekitar 5%.
Tergantung waktu melahirkan/kehamilan.

V.                 Learning Objective



1.      Mahasiswa mampu menjelaskan tata nama dan klasifikasi neoplasma
2.      Mahasiswa mampu menjelaskan epidemiologi dan faktor risiko neoplasma
3.      Mahasiswa mampu menjelaskan karsinogen dan karsinogenesis
4.      Mahasiswa mampu menjelaskan gen yang berperan dalam karsinogenesis
5.      Mahasiswa mampu menjelaskan invasi dan metastasis gen neoplasma
6.      Mahasiswa mampu menjelaskan imunologi  tumor
7.      Mahasiswa mampu menjelaskan prognosis neoplasma
8.      Mahasiswa mampu menjelaskan pemeriksaan neoplasma (secara histologik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar